• SMKN 64 JAKARTA
  • SUKSES ( Smart, Unggul, Kreatif, Semangat, Empati, dan Sopan)

Pojok Kisah, Karya Yasmin Fathia

Kisah Pengemudi Truk di Ibukota

 

Terlihat waktu sudah menunjukkan pukul 15:00 sore. Pak Aris seorang supir truk menceritakan kehidupan keluarganya.  Pak Aris Setiadi kelahiran Jakarta empat puluh lima tahun silam. Ia sekarang berprofesi sebagai supir truk bahan bangunan daerah Jakarta dan luar Jakarta. Ia menjalani profesi ini sudah empat tahun. Ia biasa bekerja dari jam tujuh pagi hingga tujuh malam. Keahliannya dalam menyetir ini didapatkannya pada tahun 2002. Sebelum menjadi supir truk, Pak Aris pernah menjadi supir metromini,  sekitar empat sampai enam bulan. Pada tahun 2004, ia mulai peruntungan untuk menjadi supir truk yang pelan-pelan ia pelajari, selama ia menjadi kenek.

“Saya tidak lulus SD, tapi saya punya kemauan untuk bekerja agar bisa memenuhi kebutuhan,” ucap Aris sambil tersenyum.

Pak Aris memiliki empat orang anak. Anak pertamanya bernama Dicky Ardiansyah yang berusia 22 tahun, anak keduanya bernama Fajar Nugraha yang berusia 17 tahun, anak ketiganya bernama Bagas Ardya Putra berusia 8 tahun, dan terakhir berusia 3 tahun bernama Khalila Maharani. Dua di antarannya, bersekolah di SDN Tengah 03 pagi dan SMA 10 November. Anak pertamanya sudah bekerja di percetakan kurang lebih tujuh tahun. Istrinya yang bernama Bu Darmi, membuka sebuah warung kopi, di depan rumahnya. Hal ini dilakukan untuk mencari uang tambahan agar dapat memenuhi kebutuhan keluarga.

Pak Aris bekerja menjadi supir truk di sebuah perusahaan bernama Ekanuri, yang mengharuskannya memakai seragam, ketika sedang bertugas. Ia memiliki asuransi jiwa yang diberikan oleh perusahaannya. Ia menyupir untuk mengantarkan bahan bangunan seperti pipa, besi-besi, kabin, dan semacamnya. Terkadang ia mengendarai mobil merk hino ke daerah-daerah tertentu di pulau Jawa.

“Alhamdulillah, selama ini saya tidak pernah mengalami kecelakaan dan barang yang saya bawa insya allah tidak ada lecet sedikit pun,” ujar bapak dengan baju kaus biru dan celana pendek sambil memegang dadanya.

Saat menyetir, Pak Aris ditemani oleh kenek, yang menemaninya, supaya tidak bosan selama di perjalanan. Ia mengungkapkan di malam hari, sangat perlu teman berbincang. Pak Aris mengaku hal tersebut membuatnya lebih fokus, pada jalanan yang ia lalui. Pak Aris juga meminum segelas kopi pada perjalanan malam, ini membuatnya menahan kantuk lebih lama. Ia juga bisa tahan menyetir selama enam sampai tujuh jam, diselingi istirahat selama 30-40 menit.

Pak Aris berkisah, pernah ada kejadian menyeramkan. Sewaktu malam hari, ia hendak mengganti ban di daerah TOL Cikampek menuju  Bandung. Tiba-tiba ada seekor ular besar persis di depan truk yang dibawanya. Entah kenapa, mobilnya tidak bisa bergerak. Dengan sabar, ia pun harus menunggu agar seekor ular itu pergi. Setelah ular tersebut menghilang, ia pun dapat bernafas lega, karena bisa melanjutkan perjalanannya.

Semasa Pak Aris mengantarkan barang ke luar kota, kerap kali anak dan istri merasakan kangen. Untuk menghilangkan rasa kangen itu, yang bisa dilakukan oleh anak dan istrinya hanya melakukan panggilan video, itu pun bila sinyal sedang bagus. Ketika sinyal sedang terganggu, yang bisa dilakukan hanyalah telepon pulsa dengan biaya yang mahal.

Pak Aris mengungkapkan, sebelum pandemi, jadwal ia keluar kota bisa tiga sampai empat kali dalam seminggu. Ia mendapat gaji pokok tiga sampai empat juta rupiah perbulan, serta ada uang jalan kalau mengantar bahan bangunan. Uang jalan yang diberikan, tergantung dari dekat dan jauhnya lokasi tujuan. Biasanya, uang jalan yang diberikan oleh perusahaan sekitar Rp600.000,00 sampai Rp1.000.000,00. Kehidupannya berubah, di masa adanya pandemi. Pak Aris mendapatkan pengurangan gaji sekitar 50%. Ditambah, ia jarang memperoleh pekerjaan yang mengharuskannya mengantar barang di Jakarta atau pun luar kota. Waktu bercerita, Pak Aris sesekali menarik nafas panjang dengan menundukkan kepalanya.

“Kadang suka ngutang sama warung dan tetangga kalau lagi tidak pengang uang,” ungkap Bu Darmi.

Barang yang dibelikan di warung pun hanya sembako dan bumbu-bumbu saja. Hutang keluarga Pak Aris berkisar Rp100.000,00 hingga Rp700.000,00. Barang dan uang yang dihutangkan oleh keluarga Pak Aris selalu dijanjikan dibayar sehabis gajian. Dan hutang tersebut selalu dibayar tepat waktu oleh keluarga Bapak Aris. Anak-anak Pak Aris yang masih bersekolah masih memakaian gawai untuk bersama. Jika anak-anak Pak Aris kehabisan paket internet, maka ia memakai uang tabungannya sendiri.

Kemarin sore pukul 17:00, ada pendataan dari kedua sekolah anak-anak Pak Aris mengenai keringanan paket internet. Meski belum bisa dipastikan anak-anak Pak Aris mendapatkan keringanan atau tidak, karena masih proses pendataan. Dari awal PSBB berlaku, keluarga Pak Aris sudah mendapatkan bantuan dari pemerintah berupa sembako yang masih cukup untuk kebutuhan hingga saat ini. Isi dari sembako ialah beras, minyak, ikan kaleng, bihun, kecap, dan sabun mandi. Bu Darmi juga menambahkan, kalau sembako yang didapatkan sangat membantu dan cukup untuk kebutuhan.

Untuk menghindari covid-19, keluarga Pak Aris selalu memakai masker ketika bepergian. Pak Aris juga mengaku, semasa lebaran tahun ini tetap tidak berkumpul dengan keluarga besar Di lingkungan rumah Pak Aris pun sudah menerapkan  protokol kesehatan, rumahnya juga pernah disemprot desinfektan. Harapan keluarga Pak Aris untuk di masa depan, agar pandemi ini cepat berlalu, semuanya segera membaik dan anak-anak dapat masuk sekolah lagi.

 

Oleh: Yasmin Fathia Rahayu

Sekolah: SMKN 64 Jakarta

3 Komentar

keren karya nya Yasmin, ajak yang lainnya untuk berkarya juga yah. semangat anak 64 tingkatkan terus!

Baca kisahnya..ga bosen... Mantul nih yg nulis... Bravo... Sukses terus ya Yasmin.. ditunggu karya berikutnya

Kereen ceritanya. Semoga keadaan segera membaik. Ditunggu karya selanjutnya. Suksess

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Buku Kejuruan

  Simulasi Digital Semester 1 Download   Simulasi Digital Semester 2 Download   Animasi 2D Semester 1 Download   Animasi 2D Semester 2 Download   Pemograman

26/04/2021 12:52 - Oleh Administrator - Dilihat 88 kali
Buku Umum

  Matematika Kelas X Download   Matematika Kelas XI Download   Bahasa Indonesia Kelas X Download     Bahasa Indonesia Kelas XI Download   Bahasa Inggri

26/04/2021 11:46 - Oleh Administrator - Dilihat 65 kali
Tepian pejuang wanita

Wanita asa buana   Terlahir sebagai wanita jatmika nan anindya Memberikan sinar harsa bagi mereka Keberanian yang tak pernah hirap Seolah menjadi benteng untuk para wanita   L

21/04/2021 12:55 - Oleh Administrator - Dilihat 54 kali
Jejak Penjaga Zaman

Download

25/02/2021 11:00 - Oleh Administrator - Dilihat 21 kali
Habis Galau Terbitlah Gemilang

Download

02/02/2021 19:35 - Oleh Administrator - Dilihat 24 kali
Mutiara Yang Kau Genggam

Download

02/02/2021 11:00 - Oleh Administrator - Dilihat 22 kali
Jalan Panjang Meraih CIta

Download

02/01/2021 19:55 - Oleh Administrator - Dilihat 30 kali
Aku Ingin Sekolah, Kisah Anak Suku Sakai

Download

02/01/2021 15:10 - Oleh Administrator - Dilihat 32 kali
Pagi dan Kita Bertemu Lagi

  Oleh Ayu Rahayu Malam ini malam tahun baru, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Aku menepikan diri di pedesaan, yang memang jauh dengan hingar bingar. Tapi biasanya memang tak b

01/01/2021 07:00 - Oleh Administrator - Dilihat 21 kali
Pojok Kisah, Karya Defanza Ghifari

Dwi Safrianti; Sendiri di tengah Pandemi   Dwi Safrianti akrab disapa Dwi, ialah seorang perempuan berusia 45 tahun. Ia berprofesi sebagai wanita karier, hingga kini ia masih melaj

11/08/2020 18:00 - Oleh Administrator - Dilihat 355 kali